Sahabatku pUnkmore

Sahabatku pUnkmore
saHabat untuk sLamanya

Kamis, 13 Oktober 2011

penyakiit kuLiitt

Kulit bersisik tidak berjangkit





PESAKIT kulit bersisik menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu sejuk dan panas.

"DIPEGANG salah, didukung salah. Yang dia mahu ialah badannya sentiasa sejuk dan digaru selalu," luah Azizan Mohd. Yusof, 50, dari Kampung Siput, Baling, Kedah, mengenai anaknya, Irshad, dua tahun, yang menghidap sejenis penyakit kulit kronik sejak berumur enam bulan.

Malah setiap kali anaknya itu menangis kerana pedih akibat peluh, hati Azizan dan isteri diruntun pilu. Apatah lagi melihat anggota badan permata hati mereka itu penuh dengan kepingan kulit yang mengelupas.

Bukannya sedikit, bahkan setiap inci tubuh anaknya itu, dari hujung kepala ke hujung kaki, mengelupas hingga menegangkan struktur permukaan kulitnya.

Menurut Pakar Runding Genetik Kanak-kanak, Pusat Perubatan Sime Darby, Dr. Choy Yew Sing, penyakit kulit bersisik yang berpunca daripada faktor genetik itu amat jarang berlaku.

"Ichthyosis terjadi dalam satu daripada 300,000 kelahiran. Ia melibatkan gen pesakit yang bermutasi," kata doktor pakar yang merawat Irshad ini.


Yew Sing berkata, perubahan genetik yang berlaku secara spontan atau menerusi salasilah keluarga merupakan antara punca penyakit ini.

Beliau menambah, penyakit berkaitan genetik amat kompleks. Simptomnya juga mungkin atau tidak muncul langsung sewaktu dilahirkan.

"Secara mudahnya, ada sesetengah Ichthyosis dilahirkan bersama-sama pesakit seperti kes Irshad ini," katanya. Beliau, bagaimanapun, berkata, penyakit ini tiada kaitan dengan bangsa, jantina atau umur seseorang.

Keadaan pesakit akan bertambah parah seandainya mereka mempunyai alergi terhadap sesuatu seperti makanan atau persekitaran.

Namun, Pakar Runding Dermatologi, Dr. Koh Chuan Keng menjelaskan, kaedah rawatan yang sistematik dapat mengurangkan kesan penyakit itu.

"Ia adalah penyakit yang perlu ditanggung seumur hidup. Maksudnya, tiada rawatan yang dapat menyembuhkannya. Namun dengan penggunaan krim dan pendedahan kepada cahaya matahari secara berperingkat, pengelupasan kulit tersebut dapat dikurangkan," katanya.

Tambah Chuan Keng, disebabkan gen yang mengawal pengelupasan kulit ini bermutasi, permukaan kulit menjadi kering dan mengelupas pada kadar abnormal.

Secara normalnya, kulit manusia adalah hidup dan diperbaharui dengan 'gugur' secara semula jadi dalam kitaran proses selama 14 hari.

Bagi pesakit Ichthyosis, proses itu tidak mengikut kitaran tersebut. Ia terbentuk dengan lebih pantas dan banyak berbanding keupayaannya untuk 'gugur'.




"Justeru, kulit mengelupas, seolah-olah bersisik serta kering menjadi lumrah pada pesakit Ichthyosis ini," katanya.

Jelas Chuan Keng lagi, salah satu fungsi kulit adalah mengawal suhu dalaman. Namun begitu, bagi pesakit Ichthyosis, mereka menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu sejuk dan panas.

Secara tidak langsung, suhu panas yang melampau merupakan masalah utama mereka. Malah keadaan boleh menjadi lebih serius apabila pesakit ini terlibat atau berada di dalam keadaan yang membuatkan mereka berpeluh walaupun sedikit.

"Dengan keadaan cuaca dan persekitaran yang tidak menentu, keadaan kulit pesakit akan menjadi lebih parah tanpa penggunaan krim pelembap seperti emolien," katanya yang turut menegaskan Ichtyosis bukan penyakit berjangkit. 
 
Ini foto-foto penyakit kulit yang cukup bikin kiTa meRinding, bersyukurlah Anda sebagai manusia yang sehat  :














                           

unguuu

 
Ungu Band Photo





Ungu Band

Rabu, 12 Oktober 2011

nenek meLahirkan bayi keMbaR 3

FakTa UnikK
Nenek 66 Tahun Lahirkan Bayi Kembar 3


Bhateri Devi dan tiga bayinya (Weird News Asia)

Dia nekat meminta dokter menanam tiga embrio sekaligus dalam rahimnya.


Impian Bhateri Devi untuk memiliki buah hati selama puluhan tahun akhirnya tercapai. Di usia 66 tahun, ia melahirkan tiga anak sekaligus, setelah berumah tangga lebih 44 tahun. Persalinan ini membuatnya menjadi wanita tertua di dunia, yang melahirkan anak kembar tiga.

Wanita yang tinggal di Haryana, India, ini telah melalui tahun-tahun penantian untuk memiliki seorang anak. Berbagai program kesuburan hingga aneka tips dalam mitos ia coba. Tak ada yang berhasil.

Sang suami, Deva Singh, bahkan menceraikannya dan menikah lagi dengan dua wanita demi mendapat anak. Walau berstatus janda, keinginan Bhateri Devi memperoleh anak tetap membara. Ia mencari jalan lewat bayi tabung. Dua kali pembuahan yang terjadi gagal. Namun, ia tak putus asa.

Upaya ketiga membuahkan hasil. Ia nekat meminta dokter mencangkok tiga embrio sekaligus ke dalam rahimnya. Dengan berbagai risiko, ia akhirnya melahirkan dua bayi laki-laki dan seorang bayi perempuan di Pusat Fertilitas Nasional (NFC) India, Mei lalu.

"Si kembar tiga adalah kebetulan yang membahagiakan. Bhateri telah dua kali gagal saat dua embrio dipindahkan ke rahimnya. Pada upaya ketiga kami menanamkan tiga embrio dan berhasil," ucap Dr Anurag Bishnoi dari NFC, seperti dikutip metro.co.uk.

Oleh tim medis, proses bayi tabung ini telah didokumentasikan untuk penelitian medis, sekaligus sebagai contoh bahwa seorang wanita 66 tahun berhasil melahirkan tiga orang bayi sehat sekaligus.

Walaupun proses mencengangkan, kehamilan dan persalinan pada wanita lanjut usia itu bukan kasus pertama.

Rajo Devi, wanita India berusia 70 tahun, juga melahirkan seorang bayi perempuan bernama Naveen Lohan di Pusat Kesuburan Nasional. Kini, bayinya telah menginjak usia 18 bulan.

Sejak berdiri, Pusat Kesuburan tersebut telah menolong lebih dari 100 wanita di atas 50 tahun. "Lebih dari 100 orang melahirkan di atas usia 50 tahun tanpa kasus kematian tunggal, baik ibu atau anak," kata Dr Bishnoi.

Kendati begitu, berbagai masalah menghadang para ibu 'tua'. Di antaranya meninggal sebelum anak lebih besar serta masalah kesehatan lainnya.

Bayi kembar tiga Bhateri Devi (Weird News Asia)

perawatan bayi baru Lahir

babyPerawatan bayi baru lahir yang sehat
Keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas ini sesungguhnya sangat mendasar sehingga hanya ada sedikit perbedaan antara keterampilan yang dibutuhkan dukun bayi dan keterampilan yang dibutuhkan staf pada puskesmas tipe II. Seiring dengan meningkatnya angka prevalensi PMS, maka semakin penting kiranya agar para dukun bayi secara teratur memberikan perak nitrat tetes atau salep tetrasiklin ke dalam mata bayi yang baru lahir.

Perawatan bayi baru lahir yang sakit
Ada dua tugas utama yang perlu dilaksanakan dalam merawat bayi baru lahir yang sakit yaitu penatalaksanaan yang rutin untuk bayi baru lahir dengan berat badan rendah dan penatalaksanaan infeksi pada neonatal. Kebanyakan bayi BBLR mempunyai usia harapan hidup yang pendek. Cadangan lemak dalam tubuh bayi tersebut sedikit sehingga ia tendering mengalami hipotermia dan hipoglikemia di hari-hari pertama kelahirannya.
Dengan begitu, penting untuk memastikan bahwa bayi tersebut tetap dijaga kehangatannya dan diberikan makanan tambahan. Pemberian air susu (terutama air susu ibu [ASI]) lebih baik ketimbang glukosa karena ASI dapat mempertahankan kadar gula darah, dan harus diberikan melalui cangkir dan sendok sampai pemberian ASI dapat dilakukan sebagaimana mestinya.
Infeksi neonatal dengan mudah dapat menyebabkan septikemia sehingga pencegahan dan penanganan secara dini harus diprioritaskan. Dukun bayi dapat mengobati infeksi kulit ringan dengan memberikan larutan gentian violet atau yang setara dengan itu. Petugas di puskesmas tipe I dapat mulai memberikan pengobatan untuk infeksi tali pusat dengan antibiotik. Namun, jika sakitnya memang parah, anak itu harus segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas pungsi lumbal untuk memastikan atau menyingkirkan diagnosis meningitis karena antibiotik yang akan diberikan akan bergantung pada ada tidaknya meningitis.
Untuk penanganan malformasi kongenital, petugas kesehatan perlu mendapat protokol lokal sehingga mereka dapat memberikan saran mengenai kapan dan ke mana anak itu harus dirujuk.

BBLR(Bayi Berat Lahir Rendah)

Sebab Bayi Lahir Tak Cukup Bulan

Prematuritas murni adalah neonatus dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan mempunyai berat badan sesuai dengan berat badan untuk masa kehamilan, atau bisa disebut neonatus kurang bulan sesuai masa kehamilan (MKB-SMK).
Penyebab (etiologi)
BBLR dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: faktor ibu, faktor janin, faktor lingkungan. Faktor ibu meliputi penyakit yang diderita ibu misalnya toksemia gravidarium, perdarahan antepartum, trauma fisik dan psikologis, nefritis akut, DM dan lain-lain. Usia ibu saat hamil kurang dari 16 tahun, atau lebih dari 35 tahun, multi gravida yang jarak kelahirannya terlalu dekat dan lain-lain. Keadaan sosial ekonomi golongan sosial ekonomi, perkawinan yang tidak sah. Sebab lain termasuk karena ibu perokok, peminum alkohol atau narkotik. Faktor janin, meliputi hidramnion, kehamilan ganda, kelainan kromosom, dan lain-lain. Faktor lingkungan, meliputi tempat tinggal, radiasi, zat-zat racun.
Ciri-Ciri.
Tanda-tanda yang dapat ditemukan antara lain:
1. Berat badan kurang dari 2500 gram, panjang badan kurang dari 45 cm, lingkar kepala kurang dari 33 cm, lingkar dada kurang dari 30 cm
2. Masa gestasi kurang dari 37 minggu
3. Kepala lebih besar dari pada badan
4. Kulit tipis transparan
5. Lanugo halus banyak terutama pada dahi, pelipis, telinga, dan lengan
6. Lemak subkutan kurang
7. Ubun-ubun dan sutura lebar
8. Genetalia belum sempurna, labio minora belum tertutup oleh labia mayora (pada wanita), pada laki-laki testis belum turun
9. Pembuluh darah kulit banyak terlihat, peristaltik usus dapat terlihat
10. Rambut tipis, halus dan teranyam
11. Tulang rawan dan daun telinga imature (elastis daun telinga masih kurang sempurna)
12. Puting susu belum terbentuk dengan baik
13. Bayi kecil, posisi Masih posisi fetal
14. Pergerakan kurang dan lemah
15. Banyak tidur, tangis lemah. pernapasan belum teratur dan sering mengalami serangan apnea
16. Otot masih hipotonik
17. Refleks tonus leher lamah, reflek mengisap dan menelan serta reflek batuk Mum sempurna
18. Kulit nampak mengkilat dan licin
Penyakit bayi Pra Matang
Penyakit yang terdapat pada bayi prematur antara lain:
1. Sindrotn distres pernapasan, disebut juga penyakit membran hialin karena pada stadium akhir akan terbentuk membran hialin yang melapisi alveolus paru.
2. Aspirasi pneumonia, keadaan ini disebabkan karena racks menelan dan batuk pada bayi premature belum sempurna.
3. Perdarahan intraventrikular, adalah perdarahan spontan pada ventrikel otak lateral, biasanya terjadi bersamaan dengan pembentukan membran hialin di paru-paru.
4. Fibroplasia retrolental, keadaan ini disebabkan oleh gangguan oksigen, yang berlebihan.
5. Hiperbilirubinemia, keadaan ini disebabkan karena hepar pada bayi premature belum matang.

Kembar Siam

DEMPET DADA - Kembar siam dempet dada di RSU Dr Soetomo Surabaya, anak pasangan Dian Pitoyo dan Aviva, masih dalam perawatan, Jumat (18/6). Foto: Surya/Ahmad Zaimul Haq

Secara fisik, anak ketiga pasangan Ny Afifah, 27, dan Dian Pitoyo, 29, warga Jl Veteran Jetis, Kec Kota Lamongan, itu terlihat lengkap. ...
 
                      

BBLR(Bayi Berat Lahir Rendah)

BBLR (bayi dengan berat lahir rendah)

Bayi dengan berat lahir rendah adalah bayi dengan berat badan kurang dari 2000 gram. terdiri dari bayi dengan KMK (Kecil untuk masa kehamilan)dan bayi SMK (sesuai dengan masa kehamilan)

Bayi SMK (sesuai dengan masa kehamilan)yang lahir terlalu cepat dari standar normal(kurang dari 37 minggu/preterm). Sering juga disebut dengan bayipremature.

Bayi KMK Adalah bayi dengan gangguan pertumbuhan di dalam uterus. Beberapa istilah juga digunakan, antara lain pseudopremature, dysmature, small for dates, SGA, IUGR, chronic fetal distress, fetal malnutrition syndrome.



Kasus BBLR memiliki dua bentuk:
1.Proporsional: lingkar kepala, panjang badan, dan berat dalam proporsi yang seimbang, tetapi keseluruhannya masih di bawah masa gestasi yang sebenarnya. Distress terjadi dalam jangka waktu yang lama, berbulan-bulan sebelum bayi lahir.

2.Disproporsional: panjang badan dan lingkar kepala dalam ukuran yang normal, tetapi berta badan masih di bawah masa gestasi (tidak proporsional dengan panjang badan). Distress terjadi beberapa minggu sampai beberapa hari sebelum bayi lahir.

Etiologi:
1.Faktor ibu:hipertensi, penyakit kronik, perokok, toksemia, hipoksia, gizi buruk, drug, alkohol
2.Faktor internal uterus dan plasenta: kelainan pembuluh darah, inseri plasenta abnorma, infark plasenta, uterus bikornis, transfusi dari kembar, sebagian plasenta lepas
3.Faktor janin: ganda, kelainan kromosom, cacat bawaan, infeksi,
4.Lingkungan: sosial ekonomi,
5.Tidak diketahui



Komplikasi:
1.Aspirasi mekonium dan Pneumothoraks
2.Hipoglikemia
3.Asfiksia neonatorum
4.Hipotermi
5.Cacat bawaan

Penata laksanaan
Pada dasarnya sama dengan penanganan bayi pada umumnya, namun perlu diperhatikan:
1.Bayi lebih banyak membutuhkan kalori
2.Tracheal washing pada bayi yang diduga akan menderita aspirasi mekonium