Sahabatku pUnkmore

Sahabatku pUnkmore
saHabat untuk sLamanya

Sabtu, 22 September 2012

SUHAN KEPERAWATN PADA PASIEN ISPA

A.    Pengkajian                                                          
I.       Identitas Keluarga
a.       Nama kepala keluarga       : Tn “S”
b.      Umur                                 : 35 thn
c.       Jenis kelamin                     : Laki-laki
d.      Pendidikan                                    : SMP
e.       Pekerjaan                           : Buruh harian
f.       Agama                               : Islam
g.      Suku                                  : Makassar
h.      Alamat                              : Jl. A. Tondro Lr.2 RT 02 RW 10
i.        Komposisi kelurga
No
Nama
Umur
JK
Hubungan
Pekerjaan
Pendidikan
£1
2
3
4
Ny “B”
An “S”
An “S”
An ”Z”
35
14
10
5 thn 1bln
P
L
P
L
Istri
Anak
Anak
Anak
IRT
Tidak ada
Sekolah
BS
SMP
SD
SD
  _

Genogram

j.        Tipe keluarga
Keluarga Tn “S” merupakan tipe keluarga inti (nuclear family) yaitu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan 3 orang anak.
k.      Latar belakang keluarga
Suku keluarga Tn “S” adalah suku Makassar, dimana keluarga tinggal dalam suatu lingkungan yang sifatnya heterogen artinya lingkungan tempat tinggal keluarga Tn “S” terdiri dari berbagai macam jenis pekerjaan, agama, suku dan budaya. Keluarga Tn “S” mengatakan apabila ada anggota keluarganya yang sakit keluarga membawanya ke Puskesmas atau rumah sakit.
l.        Agama
Agama yang dianut oleh keluarga Tn “S” adalah agama Islam, keluarga mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan keagamaan dan keluarga juga mengatakan tidak ada nilai-nilai agama yang dapat mempengaruhi kesehatannya.
m.    Status sosial
Yang mencari nafkah dalam keluarga adalah Tn “S” yang bekerja sebagai buruh harian yang berpenghasilan +Rp. 450.000 – Rp. 500.000 perbulan.
n.      Rekreasi
Kegiatan waktu luang keluarga adalah nonton TV bersama.


II.    Riwayat Perkembangan Keluarga
a.       Tahap perkembangan keluarga Tn ” S ” saat ini
Keluarga Tn “S” saat ini menghadapi tahap perkembangan anak usia sekolah.
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya
Tahap memenuhi kebutuhan keluarga, membantu anak bersosialisasi dan tahap pengaturan penggunaan penghasilan keluarga.
b.      Riwayat kesehatan keluarga inti
Keluarga Tn “S” terbentuk kurang lebih 16 tahun yang lalu dan telah dikaruniai oleh 3 orang anak, anggota keluarga Tn “S” yang mengalami gangguan kesehatan saat ini adalah An.”Z” yang menderita penyakit Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)
c.       Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Kedua orang tua tidak pernah mengalami gangguan atau masalah kesehatan yang mengganggu aktivitas sehari –hari. Dan tiap bulan An.”Z”menderita penyakit ISPA dengan gejala seperti batuk,pilek, dan demam..


III.  Lingkungan
a.       Jenis bangunan rumah Tn “S” adalah semi permanen dengan luas bangunan  3 m x 4 m. Lantai rumah terbuat dari semen, status pemilikan rumah kontrakan, atap rumah seng, ventilasi rumah tidak ada, penerangan rumah menggunakan listrik.
b.      Kebersihan rumah
Ruang tamu dan kamar tidur nampak pakaian yang bergantungan, banyak sampah yang berserakan di ruang dapur, dapur nampak kurang bersih, keluarga mengatakan tidak mengetahui kondisi lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan.
c.       Pemakaian air
Sumber air yang digunakan oleh keluarga Tn “S” adalah air PAM dimana air PAM digunakan untuk keperluan sehari-hari, keadaan fisik air tidak berwarna, tidak berbau dan berasa.
d.      Pembuangan air limbah keluarga
Keluarga mempunyai sarana pembuangan air limbah yang mengalir langsung ke selokan, dimana selokan tersebut banyak terdapat sampah plastik dan airnya tidak mengalir, keluarga mempunyai jamban jenis angsa latring yang berjarak + 3 meter dari air PAM.
e.       Pembuangan sampah terakhir keluarga
Sampah keluarga ditampung dikantong plastik lalu dibuang dibelakang rumah.dan kemudian di bakar.
f.       Kandang ternak
Keluarga Tn “S” tidak mempunyai hewan ternak.
g.      Pencemaran lingkungan
Jenis pencemaran lingkungan yaitu pembuagan limbah rumah tangga langsung ke SPAL terbuka dengan keadaan airnya warna hitam dan berbau.
h.      Denah rumah
Keterangan :
1.     
3
 
5
 
Ruang tamu
2.     
4
 
4
 
Ruang tidur
3.     
3
 
Dapur
4.      Wc
5.      Kamar mandi
IV. Struktur keluarga
a.       Pola komunikasi
Proses komunikasi dalam keluarga cukup baik dan terbuka. Penerimaan pesan baik, bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi adalah bahasa Makassar dan kadang-kadang menggunakan bahasa Indonesia.
b.      Struktur kekuatan keluarga
Pengambilan keputusan dalam keluarga yaitu Tn “S” selaku kepala keluarga.

c.       Struktur peran
Tn “S” sebagai kepala keluarga berperan sebagai mencari nafkah sedangkan Ny “B” sebagai pengasuh anak dan mensosialisasikan anak, serta sebagai ibu rumah tangga.
d.      Nilai dan norma keluarga
Tidak ada nilai-nilai keluarga yang dianut oleh keluarga yang dapat mempengaruhi kesehatan.
V.    Fungsi keluarga
a.       Fungsi afektif
Keluarga cukup rukun dan perhatian dalam membina rumah tangga
b.      Fungsi biologis
Keluarga selalu mengatakan makan  makanan yang bergizi seperti tempe,telur, ikan dan sayur mayur  .
c.       Fungsi perawatan kesehatan
Keluarga selalu memperhatikan dan berupaya selekas mungkin mencari bantuan pelayanan kesehatan bila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan 
d.      Fungsi sosial
Keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan sikap dan perilaku yang baik bagi anak-anaknya
e.       Fungsi ekonomi
Kepala keluarga yaitu Tn ”S” bekerja sebagai buruh harian dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga
f.       Fungsi reproduksi
Tn ”S” berusia 35 tahun dan Ny “ B “ berusia 35 tahun merupakan usia produktif, saat ini Ny “ B“ menggunakan alat kontrasepsi suntik 
VI. Koping Keluarga
a.       Stres jangka panjang yang dihadapi keluarga adalah cemas dengan kondisi  An.”Z” yang menderita penyakit Infeksi Saluran pernafasan atas dan masa depan anak-anaknya. Sedangkan stres jangka pendek yang dihadapi keluarga adalah keluarga tidak mempu mengenal dan merawat penyakit An.”Z”
b.      Usaha yang dilakukan oleh keluarga untuk menanggulangi stres yakni keluarga membawa An.”Z” ke Puskesmas.
c.       Batas kemampuan keluarga dalam menghadapi stres yakni keluarga masih dapat mengerti tentang masalah yang dihadapi dan terus berusaha agar masalah kesehatan dapat diatasi.

VII.    Pengkajian Fisik Anggota Keluarga
a.       Riwayat kesehatan medis anggota keluarga
1.      Keluhan yang dirasakan anggota keluarga pada saat ini
An.”Z” menderita penyakit infeksi saluran pernafasan atas dengan gejala seperti deman, batuk, dan pilek yang dirasakan kurang lebih 5 hari yang lalu. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi keluhan adalah dengan memeriksakan kesehatan anaknya ke puskesmas dan minum obat paracetamol dan istirahat yang cukup
b.      Keluarga berencana
Ny “B” memakai alat kontrasepsi suntikan, Ny “B” mengatakan tidak ada keluhan.
c.       Pemeriksaan fisik pada anggota keluarga yang bermasalah (An.”Z”)
1.        Tanda-tanda vital An.”Z”
2.        TD  : 90/60 mmHg
N    : 100x/i
S     : 38,5 0C
P     : 30x/i
3.        BB  : 15kg
TB  : 98cm
4.        Kebersihan rambut dan kepala
Rambut berwarna hitam, rambut pendek dan kulit kepala nampak bersih, frekuensi mencuci rambut 2 x seminggu, tidak ada nyeri tekan.
5.        Keadaan kulit
Warna kulit kuning langsat , kulit nampak bersih .


6.        Kesehatan mata
Konjungtiva tidak anemis, simentris kiri dan kanan, pergerakan bola mata kanan dan kiri normal, sklera tidak ikterus.
7.        Hidung
Tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada epistaksis, tidak ada nyeri tekan dan ada sekret yang menghalangi penciuman.
8.      Telinga
Simetris kiri dan kanan, tidak ada serumen yang menghalangi pendengaran, klien tidak ada gangguan pendengaran
9.        Kebersihan gigi dan mulut
Gigi tampak bersih frekuensi mennggosok gigi 2 x /sehari
Bibir klien nampak lembab,tidak ada stomatitis,tidak ada gangguan menelan
10.    Pemeriksaan thoraks
a.       Jantung
Bunyi jantung  S1 lup di dengarkan pada interkosta 2dan 3 dan bunyi jantung  S2 dup terdengar pada interkosta 4dan 5 murni tidak ada suara tambahan.
b.      Dada/paru
Dada nampak simetris kiri dan kanan pergerakan mengikuti pola napas, frekuensi  pernapasan 30x/i bunyi nafas ronchi

11.    Pemeriksaan abdomen
Tidak ada nyeri tekan, perut tidak kembung
12.        Struktur dan bentuk tulang belakang normal, tidak ada kelainan bentuk tulang belakang seperti lordosis, kiposis, dan skoliosis
13.        ekstremitas atas dapat berfungsi dengan baik,tidak ada oedema pada tangan, sedangkan ekstremitas bawah juga dapat berfungsi dengan baik,klien mampu berjalan,tadak ada oedema(pembengkakan) pada kaki dan lutut.




ANALISA DATA
No
Data
Masalah Kesehatan
Masalah Keperawatan
1


















2.


DS :
- Ibu An. “Z” mengatakan anaknya demam sejak  5 hari yang lalu
- Ibu klien mengatakan anaknya batuk-batuk dan suka menangis
- Ibu An.”Z” mengatakan anaknya pilek
DO :
- Klien nampak rewel
- badan An.”Z” teraba panas
-nampak ada pengeluaran sekret cair
tanda-tanda vital
   TD    : 90/60 mmHg
N      : 100x/i     P:30x/i
S       : 38,5 oC

DS:
- Keluarga mengatakan tidak mengerti tentag syarat – syarat rumah sehat
DO:
- jenis SPAL terbuka
- selokan kotor
- Ventilasi tidak ada
- Rumah nampak kotor
- nampak ruang dapur kotor dan perabotan tidak tertata dengan rapi




ISPA pada An.”Z”
keluarga Tn.”S”




















Sanitasi lingkungan
yang tidak memenuhi syarat pada keluarga Tn.”S”
1. Hipertermia pada  An.”Z” keluarga Tn.”S”berhubungan dengan :
Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah ISPA 












2. Resiko
Terjadinya berbagai macam penyakit menular (DHF, Diare dan Thypoid) pada keluarga Tn. “S” berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal sanitasi lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan.











SKALA PRIORIHTAS MASALAH
Dx. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) pada An.”Z” keluarga Tn. “S” b/d ketidak mampuan keluarga mengenal masalah
No.
Kriteria
Perhitungan
Skor
1.

2.

3.

4.
Sifat masalah
           Tidak / kurang sehat
Kemungkinan masalah dapat diubah
            Mudah
Potencial masalah umntuk cegah
            Tinggi
Menonjolnya masalah
Madalah besar harus segera ditangani
3/3 x 1

2/2 x 2

3/3 x 1

2/2 x 1
1

2

1

1


Total
5

Dx. Resiko terjadinya berbagai macam penyakit menular (DHF, Diare dan Thypoid) pada keluarga Tn. “S” b/d sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan
No.
Kriteria
Perhitungan
Skor
1.

2.

3.

4.
Sifat masalah
         Ancaman kesehatan
Kemungkinan masalah dapat diubah
         Mudah
Potencial masalah untuk cegah
          Tinggi
Menonjolnya masalah
Masalah besar harus  ditangani
2/3 x 1

2/2 x 2

3/3 x 1

2/2 x 1
2/2

2

1

1


Total
3 2/3

PRIORITAS MASALAH
Berdasarkan hasil pembahasan diatas :
Maka urutan prioritas masalah :
1.      Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) pada An.”Z” keluarga Tn. “S” b/d ketadak mampuan keluarga mengenal masalah ISPA  skor (5).
2.      Resiko terjadinya berbagai macam penyakit menular (DHF, Diare dan Thypoid) pada keluarga Tn. “S” b/d sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan skor (3 2/3).


RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

No
Masalah Kesehatan
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Kriteria
Standar
Rencana tindakan
Rasional
Umum
Khusus
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1.













































































2.





































ISPA pada An. “Z” Keluarga Tn. “S”











































































Sanitasi lingkungan pada keluarga Tn. “S”
Hipertermia pada An.”Z” keluarga Tn. “S” berhubungan dengan :
- ketidak mampuan keluarga mengenal masalah






















































 












  Resiko terjadinya penyakit menular (DHF, diare, dan Thypoind) pada keluarga Tn. ”S” berhubungan dengan :
    Ketidak mampuan keluarga mengenal pentingnya kesehatan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan

Setelah melakukan intervensi keperawatan keluarga An. ”Z” tidak mengalami ISPA.





































































Setelah melakukan intevensi keperawatan keluarga Tn. ”S” di harapkan tidak terjadi penyakit menular
Setelah melakukan intervensi keluarga di harapkan :
1. keluarga mampu mengenal masalah penyakit ISPA.







2. Keluarga mampu mengambil keputusan






3.      Keluarga mampu m





4. Keluarga  mampu menciptakan lingkungan rumah yang  sehat







5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan.

















Setelah melakukan intervensi keperawatan keluarga di harapkan :
1. Keluarga    mampu mengenal masalah kesehatan yang terkait dengan kesehatan lingkungan

2. Keluarga mampu menganbil keputusan yang tepat mengenai lingkungan yang memenuhi syarat kesehatn


3. Keluarga mampu merawat lingkungan rukmah yang memenuhi syarat kesehatan








4. Keluarga mampu menciptakan lingkungan rumah yang bersih







5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah

Respon verbal












































































Respon verbal
Masalah kesehatan yang terkait dengan ISPA :
1.Hipertermi
2. Gangguan pola nafas







































































Masalah kesehatan yang terkait dengan kesehatan lingkuangan :
1. Dampak yang timbul dari sanitasi lingkungan yang tidak memenui syarat kesehatan
1.1 Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit ISPA


1.2 Beri penjelasan tentang  ISPA





2.1  Motivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk membawa An.”Z” ke posyandu atau
ke puskesmas

3.1. Anjurkan orang tua klien untuk memberikan kompreks air hangat

3.2.Anjurkan untuk minum air hangat bila ada sekret

3.3 Anjurkan klien untuk banyak istirahat


4.1. Motivasi keluarga untuk menciptakan lingkungn rumah yang bersih suasana rumah yang tenang dan nyaman
5.1. Motivasi keluarga untuk mengontrol kesehatan An. ”Z” ketempat pelayanan kesehatan terdekat
5.2. Anjurkan kepada lekuarga untuk memeriksakan kesehatan kepuskesmas minimal sebulan 1x



1.1 Kaji  pngetahuan klien tentang pengertian sanitasi linkungan
.1.2.Beri penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan syarat –syarat rumah sehat
2.1.Motivasi keluarga untuk membersihkan SPALnya

2.2 .Motivasi keluarga untuk menutup SPALnya yang terbuka

3.1.Motivasi keluarga untuk memelihara dan menciptakan lingkungan rumah yang sehat.


3.2.Motivasi keluarga untuk menata perabotan rumah tangga dengan baik
4.1. Motivasi keluarga untuk membersihkan rumah setiap hari dan anjurkan agar tidak membuang sampah disembarang tempat

5.1 Motivasi keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya


5.2 Anjurkan keluarga untuk membuat lubang tempat penampungan sampah.
1.1 Untuk     mengetahui tingkat pengetahuan keluarga


1.2 Untuk menambah tingkat pengetahuan keluarga tentang ISPA dan cara perawatannya serta pencegahannya
2.1 Agar keluarga mampu mengambil keputusan untuk meningkatkan derajat kesehatannya





3.1. Kompres hangat dapat membantu evaporasi,karena terjadi vasodilatasi pembuluh darah

3.2. Air hangat dapat membantu mengencerkan sekret

3.3. Istirat yang cukup dapat membantu mempercepat proses penyembuhan

4.1. Lingkungan yang bersih dan suasana rumah yang nyaman dapat memberikan kedamaian dan tidak menjadi tempat berkembangnya kuman penyakit
5.1. Untuk meningkatkan derajat /tarap kesehatannya






5.2. Memberi motivasi kepada keluarga untuk memanfaatkan fasilitas yang ada






1.1 sebagai dasar untuk menentukan intervensi selanjutnya



1.2. untuk menanbah pengetahuan klien tentang pentingnya sanitasi lingkungan




2.1. SPAL yang bersih tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk.
2.2. SPAL yang tertutup tidak menimbulkan pencemaran lingkungan

3.1. Lingkungan rumah yang bersih tidak menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit dan rumah nampak indah dan rapi

3.2. Perabotan dapur yang tidak tertata rapi dapat mengganggu keindahan rumah
4.1. Agar keluarga mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan keluarga merasa nyaman tinggal di rumah





5.1 Agar sampah  tidak berserakan di lingkungan sekitar dan menjadi tempat berkembangnya kuman penyakit
5.2 Agar sampah berkumpul pada satu tempat dan tidak menyebar yang bisa menimbulksn suatu penyakit dan pencemaran lingkungan.

CATATAN PERKEMBANGAN

No.
Tgl/Hari
No DX
Tujuan khusus
Imlementasi
Evaluasi
1.










































































































2.

































































3.

































4.










































5.


6.


Sabtu /14 06 2008



















































Minggu 15-06-2008






























Senin
16-06-2008














Selasa
17-06-2008


















































































Kamis 19-06-2008











1.










































































































NDX .1

































































NDX. 1

































NDX. 2










































NDX. 2


NDX. 2


1. Keluarga mampu mengenal masalah tentang ISPA





























2. Keluarga mampu mengambil keputusan




3. Keluarga mampu merawat An. “Z” yang menderita penyakit ISPA









3.. Keluarga mampu merawat An. “Z” yang menderita penyakit ISPA











4. Keluarga mampu menciptakan lingkungan bersih dan suasana rumah yang nyaman



5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas yang ada






4. Keluarga mampu menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan nyaman


5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada




1. Keluarga mampu mengenal tentang pentingnya kesehatan lingjkungan yang memenuhi syarat kesehatan lingkuangan









































3. Keluarga mampu merawat lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan






4. Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang mamanuhi syarat kesehatan





5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas yang ada


2. Keluarga mampu mengambil keputusan





3. Keluarga mampu merawat lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan






4. Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang mamanuhi syarat kesehatan







5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas yang ada

2. Keluarga mampu mengambil keputusan







3. Keluarga mampu merawat lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan






4. Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang mamanuhi syarat kesehatan




5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas yang ada

1.1 Mengkaji tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit ISPA
1.2 Memberi
penjelasan tenteng ISPA:
a. Pengertian ISPA adalah infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme dan hanya mengenai saluran pernapasan atas termasuk rongga hidung, faring danlaring
b. Penyebab ISPA sebagian besar disebabkan oleh virus walaupun bakteri juga terlibat. ISPA juga bisa disebabkan karena kelelahan lingkungan yang kotor dan perubahan cuaca
.2.1 Memotivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk membawa An.”Z” ke posyandu atau ke puskesmas
3.1 Menganjurkan orang tua klien untuk memberikan kompreks air hangat

3.2 Menganjurkan untuk minum air hangat bila ada sekret
3.3 Menganjurkan klien untuk banyak istirahat
3.1 Menganjurkan orang tua klien untuk memberikan kompres air hangat
3.2 Menganjurkan untuk minum air hangat bila ada sekret
3.3. Menganjurkan klien untuk banyak istirahat




4.1 Memotivasi keluarga untuk menciptakan lingkungn rumah yang bersih suasana rumah yang tenang dan nyaman

5. Memotivasi keluarga untuk mengontrol kesehatan An. ”Z” ketempat pelayanan kesehatan terdekat (puskesmas tau posyandu)
4.1 Memotivasi keluarga untuk menciptakan lingkungn rumah yang bersih suasana rumah yang tenang dan nyaman
5. Memotivasi keluarga untuk mengontrol kesehatan An. ”Z” ketempat pelayanan kesehatan terdekat (peskesmas atau posyandu)
1.1 Mengkaji pengetahuan klien tentang pengertian sanitasi lingkungan
.1.2.Memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan syarat –syarat rumah sehat
a.   Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimal sehingga berpengruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula
b. Cara pengolahan sampah yaitu dengan mengumpukan sampah di tempat sampah di rumah kemudian di buang ke tempat penampung sementara sampah dapat di timbun atau di bakar
c. Syarat-syarat air limbah adalah tidak mencemari air minum permukaan tanah dan tidak menjadi tempat berkembangbiakannya nyamuk dan lalat.
d. Syarat-syarat rumah yang sehat tersedianya air bersih adanya pembuangan air limbah jamban keluarga dan tempat sampah serta ventilasi
3.1.Memotivasi keluarga untuk memelihara dan menciptakan lingkungan rumah yang sehat
3.2. Memotivasi keluarga untuk menata perabotan rumah tangga dengan baik
4. Memotivasi keluarga untuk membersihkan rumah setiap hari dan menganjurkan agar tidak membuang sampah disembarang tempat
5. Memotivasi keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya

2.1.Memotivasi keluarga untuk membersihkan SPALnya
2.2 .Memotivasi keluarga untuk menutup SPALnya yang terbuka
3.1.Memotivasi keluarga untuk memelihara dan menciptakan lingkungan rumah yang sehat
3.2.Memotivasi keluarga untuk menata perabotan rumah tangga dengan baik
4.1. Memotivasi keluarga untuk membersihkan rumah setiap hari dan anjurkan agar tidak membuang sampah disembarang tempat
4.2.Motivasi keluarga untuk menata perabotan dapur
5. Memotivasi keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya
2.1 Memotivasi keluarga untukm membersihkan SPALnya


2.2 .Memotivasi keluarga untuk menutup SPALnya yang terbuka
3.1.Memotivasi keluarga untuk memelihara dan menciptakan lingkungan rumah yang sehat
3.2.Memotivasi keluarga untuk menata perabotan rumah tangga dengan baik
4. Memotivasi keluarga untuk membersihkan rumah setiap hari dan anjurkan agar tidak membuang sampah disembarang tempat
5.1. Memotivasi keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya
5.2.Menganjurkan kepada keluarga untuk membuat lubang tempat penampungan.
Tanggal 14-06-2008
Jam 10:00
S : Keluarga   mengatakan belum mengerti tentang penyakit ISPA
     Keluarga mengatakan mengompres anaknya jika demam
O : Badan An. ”Z” teraba panas
    An. “Z” masih batuk-batuk
     An. “Z” masih rewel
    Tanda-tanda vital :
   TD : 90/60 mmHg
    N. 100 x /menit
S : 38,5 C
P :30 x/ menit
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi (3.1,3.2,3.3,4dan5)
























Tanggal 15-06-2008
Jam 08 :00
S : Keluarga mengatakan anaknya sudah tidak demam lagi
Keluarga mengatakan selalu memberikan kompres air hangat
Keluarga mengatakan anaknya diberikan obat hupagrif sirup 3x1 sendok/ hari
O : Badan klien tidak teraba panas lagi
An. “Z” masih batuk
Tanda-tanda vital
TD : 90/60 mmHg
N : 96x/i
S : 37 C
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi 4 dan 5.


Tanggal 16-06-2008
Jam 16:30
S :  Keluarga    mengatakan membawa anaknya ke puskesmas
O : An. “Z” tidak nampak rewel lagi
A : Masalah teratasi
P :-





Tanggal 17-06-2008
Jam 08 : 00
S : Keluarga mengatakan belum mengetahui tentang kesehatan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan
O : Rumah nampak kotor perabotan dapur tidak tertata rapi, selokan nampak tergenang  dan banyak plastik serta sampah-sampah berserahkan.
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi 2.1, 2.2, 3.1, 3.2, 4 dan 5























Tanggal 19-06-2008
Jam 17 : 00
S : Keluarga mengatakan sudah membersikan selokan dan membuang sampah pada tempatnya
O :  Selokan tidak tergenang lagi dan nampak bersih
      SPAL masih terbuka, perabot rumah nampak tertata rapi
A : Masalah teratasi sebagian
P : -
RESUME KASUS

Tn”S”  berumur 35 tahun mempunyai anggota keluarga 4 orang terdiri dari 3 orang anak dan seorang istri myang merupakan keluarga inti yang tinggal serumah dilingkungan heterogen, keluarga Tn”S” adalah suku Makassar yang menganut agama Islam. Dalam pelayanan kesehatan, keluarga memanfaatkan sarana kesehatan terdekat yaitu puskesmas.
Tahap perkembangan keluarga yaitu berada pada tahap anak sekolah, dimana orang tua membantu anak untuk bersosialisasi baik dengan tetangga maupun di sekolah serta memenuhi kebutuhan dan biaya hidup yang semakin meningkat.
            Jenis bangunan rumah Tn “S” adalah semi permanen dengan luas bangunan  3 m x 4 m. Lantai rumah terbuat dari semen, status pemilikan rumah kontrakan, atap rumah seng, dapur nampak kotor, ventilasi rumah tidak ada, penerangan rumah menggunakan listrik.
Keadaan lingkungan rumah kurang memenuhi syarat dimana halaman nampak kotor, selokan nampak kotor, dan SPAL terbuka.klien menampung sampahnya di kantong plastik dan kemudian di buang di tanah kosong disamping rumah dan jika sudah bertumpuk kemudian dibakar.
Pengkajian fisik pada anggota keluarga yang bermasalah yaitu An.”Z” dengan Infeksi Saluran Pernafasan Atas dengan TTV : TD : 90/60 mmHg, N : 100 x/I, S : 38,5°C, Ibu klien mengatakan anaknya demam, batuk-batuk, ingusan, dan suka menangis.
Rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya pengetahuan sehingga keluarga tidak mampu mengenal masalah kesehatan yang terjadi sehingga tidak mampu mencegah dan mengatasi masalah yang ada.
Adapun diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, serta evaluasi yang dilakukan yaitu :
1.       Hipertimia b/d ketidak mampuan mengenal masalah penyakit ISPA.
Intervensi :
a.       Beri penjelasan tentang ISPA
b.       Anjurkan kepada orang tua klien untuk memberikan kompres air hangat..
c.       Anjurkan minum air hangat bila ada sekret.
d.      Ajarkan posisi yang nyaman (semi fowler) apabila timbul sesak.
e.       Anjurkan untuk istirahat yang cukup.
Implementasi yang dilakukan :
a)      Memberi penjelasan kepada keluarga tentang penyakit ISPA
b)      Menganjurkan ibu klien  untuk memberi  minum air hangat bila masih ada sekret.
c)      Mengajarkan posisi yang nyaman (semi fowler) apabila timbul sesak.
d)     Menganjurkan untuk beristirat yang cukup.
Evaluasi :
Setelah melakukan implementasi keluarga mengatakan sudah mengerti tentang manfaat memberikan kompres air hangat.
Resiko terjadinya penyakit menular (DHF, Diare, Thypoid pada keluarga Tn”S” b/d ketidakmampuan keluarga mengenal sanitasi lingkungan syarat kesehatan.
Intervensi:
a.       Beri penjelasan (HE) tentang kesehatan lingkungan, syarat rumah sehat, dan penyakit yang ditimbulkan jika sanitasi lingkungan tidak memenuhi syarat kesehatan
b.      Jelaskan kepada keluarga tentang penyakit yang ada hubungannya dengan lingkungan yang kurang bersih,terutama penyakit menular.
c.       Motivasi dan anjurkan keluarga untuk memelihara dan membersihkan rumah setiap hari.
d.      Anjurkan dan motivasi untuk memelihara dan menciptakan lingkungan rumah yang sehat.
Implementasi yang dilakukan :
a)      Memberikan penjelasan tentang kesehatan lingkungan, syarat rumah sehat, dan penyakit yang ditimbulkan jika sanitasi lingkungan tidak memenuhi syarat kesehatan.
b)      Memotivasi keluarga untuk memelihara dan membersihkan rumah setiap hari. 
c)      Menganjurkan  dan memotivasi keluarga untuk memelihara dan menciptakan lingkungan rumah yang sehat.



Evaluasi :
Setelah melakukan implementasi keluarga mengatakan sudah mengerti tentang sanitasi lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan, dan mengatakan akan membersihkan rumahnya setiap hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar